Faktor Internal dan Eksternal Perkembangan Anak

Faktor Internal dan Eksternal Perkembangan Anak

Faktor Internal dan Eksternal Perkembangan Anak

Anak usia balita pada umumnya memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berupa faktor internal mau pun faktor eksternal. Begitu pula sebaliknya, ada beberapa faktor yang dapat menghambat tumbuh kembang anak baik dari internal mau pun karena faktor lingkungannya. Berikut ini faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Faktor Internal

Ada banyak faktor internal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, di antaranya adalah:

1. Gen

Faktor genetik adalah salah satu faktor yang memberikan pengaruh yang besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan fisik anak sangat dipengaruhi oleh gen bawaan orang tuanya. Jika orang tuanya tinggi, maka anaknya pun akan mewarisi gen tinggi tersebut, begitu pula sebaliknya. Melalui instruksi dalam sel telur yang telah dibuahi, kualitas dan kuantitas pertumbuhan anak dapat ditentukan.

2. Ras

Ras suatu bangsa mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pertumbuhan anak Indonesia berbeda dengan pertumbuhan anak dari Amerika atau Arab karena rasnya berbeda.

3. Jenis kelamin

Jenis kelamin menentukan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak laki-laki cenderung lebih lambat tumbuhnya saat sebelum pubertas. Namun setelah pubertas, anak laki-laki akan tumbuh sangat cepat dan mengalahkan pertumbuhan anak perempuan.

Faktor Eksternal

Beberapa faktor eksternal baik sebelum kelahiran mau pun setelah lahir dapat mempercepat mau pun menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor eksternal tersebut di antaranya adalah:

1. Kondisi dalam kandungan

Faktor prenatal sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Jika nutrisi dalam kandungan tercukupi, maka anak akan tumbuh dengan baik. Sebaliknya jika gizi yang diterima sejak di kandungan tidak tercukupi, anak akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya seperti berat badan yang kurang, perkembangan otak terhambat, dan anemia pada saat bayi baru lahir. Lamanya bayi dalam kandungan juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

2. Kasih sayang

Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh kasih sayang yang diberikan orang tua pada si anak. Kasih sayang yang cukup akan membuat anak lebih mudah berkembang dan cenderung lebih cerdas. Hal ini terjadi karena stimulasi lingkungan yang baik dapat menambah lapisan otak dan jumlah sinaps dan lapisan kapiler di otak. Sedangkan jika anak terlalu banyak dibentak dan kurang menerima kasih sayang, saraf-saraf di otak akan mengalami gangguan perkembangan bahkan beberapa putus sehingga menyebabkan anak menjadi lamban dan perkembangannya tidak optimal.

3. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial dan pendidikan yang baik dapat membentuk kepribadian yang baik pada anak. Sebaliknya lingkungan yang buruk juga akan menghambat perkembangan anak dan bahkan menjadikan anak mengalami gangguan mental. Oleh karenanya, untuk menjadikan anak berkembang secara optimal anak juga membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk perkembangannya.

IKUTI INDEX ARTIKEL DAN BERITA

#TUMBUH KEMBANG ANAK

Leave a Reply