Cermati Tumbuh Kembang Anak yang Beresiko Mengalami Gangguan Sejak Dini

Cermati Tumbuh Kembang Anak yang Beresiko Mengalami

Cermati Tumbuh Kembang Anak yang Beresiko

Anak merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa yang harus dijaga dengan baik. Sejak lahir hingga menginjak usia balita, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan penting dalam tubuhnya. Meski demikian, pada usia-usia ini anak-anak juga rentan terhadap faktor-faktor yang mampu membuat mereka terkena gangguan pada proses tumbuh kembangnya.

Orang tua dalam hal ini wajib untuk mengawasi tumbuh kembang anak dengan telaten. Terlebih apabila anak telah memiliki resiko-resiko sejak kelahirannya, maka Anda wajib lebih ekstra perhatian terhadap tumbuh kembang anak di usia 0-6 tahun.

Anak-Anak yang Beresiko Terkena Gangguan Tumbuh Kembang

Terdapat beberapa keadaan yang dapat membuat anak masuk ke golongan beresiko terkena gangguan tumbuh kembang. Salah satunya adalah apabila anak lahir sebelum 9 bulan 10 hari atau prematur. Saat terlahir prematur, fungsi organ-organ tubuh belum terkonstruksi secara sempurna sehingga sangat rentan anak tersebut akan mengalami gangguan pada masa tumbuh kembangnya. Selain itu anak yang beresiko ialah anak yang ketika lahir berat badannya kurang dari 2500 gram.

Bayi-bayi yang mengalami perawatan intensif pasca kelahiran seperti perawatan dalam inkubator dan ruang NICU/PICU karena infeksi pada proses persalinan, mengalami ikterus (kuning), atau pernah kejang dalam hal ini juga wajib mendapat perhatian lebih. Selain bayi yang kelahirannya memang tidak normal dan mengalami gangguan tersebut, Anda juga harus mewaspadai resiko gangguan tumbuh kembang pada anak apabila memiliki riwayat kelainan genetik tumbuh kembang dalam garis keluarga serta anak yang pernah mendapat pengobatan tertentu dalam kurun waktu cukup lama.

Dalam hal ini tidak hanya orang tua harus cermat dalam mengawasi tumbuh kembang anak, namun orang tua juga harus membawa anak melakukan pemeriksaan rutin dan intensif untuk mendeteksi potensi-potensi munculnya gangguan tumbuh kembang sejak dini.

Menghindari Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak

Selain melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin ke dokter, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pula untuk menghindarkan anak agar tidak mengalami gangguan sehingga dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Faktor utama yang diperlukan ialah memberi ASI eksklusif hingga anak berusia 2 tahun.

Setelah berusia dua tahun, anak perlu nutrisi lebih sebagai pengganti ASI. Penting untuk diperhatikan apabila nutrisi yang dibutuhkan anak ialah lebih banyak asupan protein seperti keju dan yogurt daripada karbohidrat dan lemak yang menggemukkan. Jangan sampai anak mengalami kekurangan gizi akibat susah makan atau terlalu banyak mengkonsumsi junkfood. Tidak hanya pertumbuhannya akan terhambat, tetapi anak dapat mengalami masalah pula pada perkembangan intelektualnya.

Selain itu penting juga bagi anak untuk mendapat tidur yang cukup untuk proses pertumbuhannya. Saat tidur lah otot-otot dan sel-sel tubuh anak mengalami proses pertumbuhan. Apabila kurang tidur, potensi terkena gangguan tumbuh kembang akan semakin meningkat. Hal lain yang penting dilakukan untuk mencegah gangguan tumbuh kembang pada anak ialah membiarkan anak untuk banyak aktif bergerak—dalam kadar yang tidak berlebihan pula.

Ajak anak Anda berolahraga bersama Jangan kemudian anak dibiasakan untuk duduk diam bermain video games agar tidak rewel. Hal tersebut selain memperlambat proses tumbuh kembang pada anak juga dapat membuat anak menjadi pribadi yang anti-sosial.

Beresiko atau tidak untuk mengalami gangguan, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan tumbuh kembang anak dan rutin melakukan pendeteksian potensi gangguan ke ahli medis. Akan lebih baik apabila orang tua dapat menghindarkan anaknya dari berbagai gangguan sehingga tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya. Namun apabila anak berpotensi besar terkena gangguan, maka akan lebih baik apabila terdeteksi sejak dini sehingga dapat disiapkan pula upaya penyembuhan yang lebih komprehensif.

IKUTI INDEX ARTIKEL DAN BERITA

#TUMBUH KEMBANG ANAK

Label Posts:

anak beresiko,

Tinggalkan Balasan