4 Cara Ajarkan Anak Menggunakan Toilet

Anda mengalami kendala mengenalkan penggunaan toilet pada anak? Tidak usah kuatir, banyak orangtua masih mengalami kendala hal tersebut. Terutama cara untuk mengalihkan pemakaian dari popok bayi dan balita ke toilet untuk buang air besar atau kecil. Pelatihan menggunakan toilet bisa dimulai jika anak Anda sudah cukup umur untuk melakukannya.

4 Cara Ajarkan Anak Menggunakan Toilet

Meski penerapannya dapat berbeda pada tiap anak, biasanya anak bisa diajarkan penggunaan toilet kira-kira di usia 2 tahun. Nah untuk mengetahui kira-kira kapan anak Anda bisa dilatih mengunakan toilet coba perhatikan tanda-tanda berikut.

Tanda pertama misalnya ketika otot-otot kandung kemih di tubuh anak mulai dapat dikontrol untuk buang air. Menurut pengamatan hal ini bisa dilakukan sekitar usia 18-24 bulan.

Kedua jika anak Anda sudah bisa memahami perintah sederhana seperti, duduk di sana, ambilkan bola dan sebagainya.

Tanda ketiga ketika anak sudah dapat duduk tegak dan mampu berjalan sendiri, keempat ketika anak sudah dapat menarik dan membuka celananya sendiri, kelima jika anak mengerti arti toilet-kencing-buang air.

Tanda terakhir yang bisa diperhatikan jika anak memiliki keinginan meniru untuk buang air kecil dan besar di toilet. Jika beberapa tanda ini sudah terlihat pada anak, maka Anda bisa memulai pelatihan toilet ini.

4 Cara Ajarkan Anak Menggunakan Toilet

1. Perhatikan kebiasaan anak Anda ketika buang air kecil dan besar. Misalnya jam berapa biasanya dia akan buang air kecil atau buang air
besar. Rentang waktu yang diperlukan setelah makan atau minum serta tanda apa saja yang anak lakukan sebelum buang air. Contohnya anak terbiasa berdiri sebelum buang air kecil, menggigit jarinya jika merasa ingin buang air besar dan contoh lainnya.

2. Jauhkan penggunaan popok. Anda bisa mengajarinya jika ingin buang air kecil atau besar bilang pada orangtua atau pengasuhnya. Jika anak merasa enggan tidak pakai popok, jelaskan bahwa ia sudah cukup dewasa agar tidak pakai popok lagi, popok itu untuk anak bayi dan sebagainya sehingga anak malu jika masih memakai popok.

3. Ajaklah anak ke toilet dengan teratur. Misalnya beberapa jam setelah makan bisa mengajak anak ke toilet walaupun dia agak enggan. Perkenalkan juga pengunaan alat toilet seperti flush untuk menyiram bekas sisa buang airnya. Bagi anak-anak berusia muda sekitar 1 tahun atau 2 tahun kurang, Anda bisa membelikan potty chair atau pispot dengan ukuran dan warna menarik. Anda bisa mendudukkan anak dan ajarkan pentingnya buang air di tempat yang tepat seperti toilet.

4. Kontrol emosi dan tetap konsisten. Anak terkadang kembali ke kebiasaan lama memakai popok atau buang air sembarangan. Sebagai orangtua Anda harus menahan emosi ketika mengajarkan pelatihan toilet ini. Bersikap santai, sabar dan membuat kegiatan ini menyenangkan akan mempermudah anak belajar. Selain itu konsisten dengan pengajaran toilet tersebut sehingga anak terbiasa dan semakin paham cara untuk buang air besar dan kecil di toilet. Meskipun Anda tidak berada di dekatnya. Selamat berlatih bersama anak!

Tinggalkan Balasan