Mengapa Mengatur Jarak Kehamilan Sangat Penting?

Mengatur Jarak Kehamilan

Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Sebagian besar pasangan suami istri menginginkan kehadiran anak lebih dari satu di dalam rumahnya. Sehingga setelah kelahiran anak pertama, mereka akan menantikan kehadiran anak keduanya. Salah satu kondisi yang harus diperhatikan dalam keinginan tersebut adalah mengatur jarak kehamilan terlalu dekat. Mengapa mengatur jarak kehamilan sangat penting?

Risiko akibat jarak kehamilan yang terlalu dekat

Berbagai risiko bisa menimpa sang ibu dan  buah hati kalau jarak kehamilan sangat dekat. Hal ini karena kondisi rahim belum sepenuhnya pulih dari proses persalinan sebelumnya. Sehingga belum bisa membentuk cadangan makanan yang maksimal bagi ibu dan janinnya. Keadaan ini akan mengakibatkan bayi akan lahir dengan berat badan yang rendah dan kekurangan gizi, dengan begitu bayi terlahir dalam kondisi tidak sehat.

Jarak kehamilan yang dekat membuat buah hati rentan mengidap autisme dan kelainan pada plasenta. Risiko anemia akut juga akan dialami sang ibu. Anemia akut ini akan mengakibatkan peningkatan risiko pada perdarahan ketika masa persalinan, bayi lahir prematur, komplikasi kehamilan, perdarahan dan kondisi terparah berupa keguguran

Kondisi psikologi anak sebelumnya akan terganggu dengan kehadiran adiknya. Bayi yang belum berusia setahun sudah bisa merasakan cemburu, sehingga bisa mengakibatkan hubungan keharmonisan antara orang tua dan anak menjadi retak. Faktor finansial juga harus mendapatkan perhatian mengingat kebutuhan saat hamil, persalinan dan pasca persalinan sangat tinggi. Sehingga harus menyiapkan finansial secara matang.

Jarak kehamilan yang relatif aman

Jarak kehamilan yang relatif aman adalah antara 18 bulan hingga 24 bulan sejak masa persalinan anak sebelumnya. Sebenarnya setelah melewati 12 bulan juga terbilang waktu yang aman untuk hamil  lagi, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu kepada pihak dokter.

Dengan hamil dengan rentang waktu yang aman, maka segala risiko terburuk bisa dicegah dengan baik. Sehingga rahim memperoleh waktu yang cukup untuk beristirahat, sehingga mampu menyiapkan segala nutrisi yang dibutuhkan janin. Kondisi psikologis anak sebelumnya juga sudah siap menerima kehadiran adiknya. Termasuk Anda sudah menyiapkan anggaran khusus untuk kehadiran buah hati baru.

Tinggalkan Balasan