Ibu Menyusui Bisa Berpuasa

Tips Ibu menyusui saat puasaimage by: melindahospital

Alhamdulillah tahun ini bunda Hafidz sudah bisa ikut berpuasa Ramadhan. Saat ini usia hafidz sudah memasuki 17 bulan. Sehingga kami sebagai orang tua tidak begitu merasa khawatir saat bunda Hafidz berpuasa. Pada usia 17 bulan, asupan makanan sudah tidak sepenuhnya dari asi. Tetapi sudah dengan makanan pendamping. Selain nasi, susu formula juga menjadi asupan gizi sehari-hari.

Ada beberapa hal yang sebaiknya di perhatikan ketika seorang ibu ikut berpuasa. Berikut point-pointya yang di sadur dari ayahbunda untuk di perhatikan saat Ibu menyusui berpuasa.

1. Puasa sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Dimana bayi sudah tidak lagi mendapat ASI eksklusif.

Pada point 1 ini, alhamdulillah rasa khawatir kami berkurang karena Hafidz telah berusia 17 bulan. Hal ini semakin memantapkan bunda Hafid untuk menjalan ibdaha puasa Ramdahan.

2. Konsultasikan pada dokter, bila Anda ingin berpuasa sementara bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Selama bayi nyaman, kebutuhan makanannya tercukupi dan berat badannya berkembang sesuai dengan usianya, puasa sebenarnya boleh saja.

Untuk Anda yang memiliki buah hati yang masih berusia dibawah 6 bulan memang sebaiknya konsultasi ke dokter. Agar niat beribadah kita lebih merasa nyaman karena telah mengkonsultasikan kepada dokter.

3. Pada dasarnya, kapan saja bayi bisa menyusu meskipun Anda berpuasa. Namun ketika berpuasa produksi ASI berkurang, sementara ASI berlimpah setelah Anda berbuka. Hal ini disebabkan oleh hormon oksitosin. Karenanya, usahakan bayi lebih banyak menyusu saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur.

Pengalaman bunda Hafidz untuk point yang ini agak kewalahan. Karena berpuasa maka asi tidak sebanyak ketika tidak berpuasa. Maka Hafidz merasa kurang nyaman dengan kondisi seperti itu. Maka tips diatas memang sangat perlu diperhatikan agar bayi kita tetap merasa nyaman ketika kita menjalankan ibadah puasa.

4. Pastikan ibu makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Ibu menyusui perlu mengonsumsi 50% karbohidrat, 30% protein, 20% lemak tiap kali makan, untuk hasilkan ASI berkualitas.

Pola makan memang harus diatur ketika malam hari. Karena siang kita berpuasa maka pada malam hari asupan makanan untuk ibu menyusui harus cukup. Asupan makanannya juga harus di perhatikan seperti Karbohidrat, protein dan lemak. Sehingga asupan makan-makan tersebut cukup untuk hasilkan asi berkualitas.

5. Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak akan mengembalikan energi. Selain itu istirahat juga akan mengembalikan kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar.

Ada beberapa pengalaman ibu-ibu menyusui yang lain untuk pengaruh psikologis. Puasa memang badan terasa lebih lemas dibanding tidak berpuasa. Tetapi pengalaman beberapa ibu-ibu mengatakan hal itu hanya unsur psikologis saja. Ketika sorang Ibu berpikir asi tidak keluar karena sedang berpuasa maka asi benar-benar tidak keluar. Namun ketika berpikir sebaliknya asi akan tetap keluar walaupun sedang berpuasa.

6. Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Banyak minum air putih saat berbuka dan sahur.

Ini sangat dianjurkan untuk minum air putih yang banyak. Terutama saat buka dan ketika makan sahur. Aktifitas disiang hari saat berpuasa memang banyak menguras cairan tubuh.

7. Jika alarm tubuh  mengisyaratkan harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri. (me)

Setelah memasuki 2 minggu berpuasa, Hafidz mulai merasakan kalau asi bundanya semakin sedikit. Reaksi yang di tunjukan oleh Hafidz adalah tidak nyaman dan cenderung rewel.  Tetapi kondisi bundanya tidak apa=apa dan dalam kondisi baik. Karena kondisi asi bunda Hafidz sedikit, sempat memutuskan untuk tidak berpuasa. Namun sampai saat ini masih melanjutkan puasa dan asupan susu Hafid dibantu dengan susu formula.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa

2 Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.