Mulai Bicara Dengan Bercermin Pada Diri Sendiri Untuk Gaya Bicara Yang Mengalir

Bicara Dengan Bercermin Pada Diri

bicara dengan bercermin pada diri sendiri

Setelah membuat dua tulisan ini dan itu, kali ini saya ingin menulis tentang cerminan diri. Kalau dalam buku yang sedang saya baca judulnya adalah mari bercermin.

Maksudnya adalah untuk dapat bicara diatas panggung dengan mengalir dan natural adalah bicara dengan apa adanya. Bicara apa adanya kita dalam obrolan sehari-hari tanpa topeng kehidupan.

Apa sih yang mudah untuk dibicarakan..?

Dalam kehidupan sehari-hari yang paling sering dan yang paling saya suka obrolin adalah tentang pekerjaan dan trend bisnis online.

Dimana-mana sekarang orang-orang membicarakan tentang bisnis terutama bisnis yang di onlinekan.

Semua orang sekarang berlomba untuk menjadi pebisnis dan enterpreuner. Tua dan muda semuanya ikut dalam hiruk pikuk trend bisnis online.

Tidak peduli juga dengan status sebagai seorang karyawan. Karena dengan status sebagai seorang karyawan, menjalan bisnis sendiri dengan online masih sangat mungkin untuk dilakukan.

Selain tentang pekerjaan dan trend bisnis, saya juga senang membahas tentang strategi manajemen dan pengembangan diri.

Tulisan ini juga dibuat dalam rangka untuk pengembangan diri. Saya memiliki banyak buku-buku tentang pengembangan diri dari yang tipis sampai yang tebal.

Menurut saya, ilmu tentang pengembangan diri itu menarik sekali untuk dipelajari, bicara dengan bercermin pada diri.

Pasalnya ketika mempelajari ilmu tentang pengembangan diri, saya jadi mengerti dan lebih mengenali diri saya sendiri. Asik aja kalau kita sangat mengenali diri kita sendiri.

Banyak juga lho orang-orang yang tidak kenal baik dengan dirinya. Sehingga sikap dan perbuatannya justru tidak disukai diri sendiri, bicara dengan bercermin pada diri.

Setelah mengenali diri sendiri maka proses selanjutnya adalah mengenali diri yang ada diluar diri kita. Artinya saya juga harus mengenali diri orang lain untuk menjalin hubungan terbaik.

Ketika kita dapat mengenali diri maka kewajiban untuk memahami dan mengenali orang lain.

Kapan waktunya untuk mempelajari

Proses belajar untuk bicara dengan bercermin diri bisa kapan saja kita lakukan. Dirumah, dikantor, di perjalanan dan dimana saja kita bisa lakukan.

Paling enak ya melakukannya dirumah didalam kamar didepan cermin. Kalau didepan cermin saya bisa memeriksa apakah default wajah saya merengut atau tersenyum.

Dengan mengetahui default wajah, maka saya akan memiliki kesadaran dan membiasakan mengekspresikan wajah yang tidak cemberut.

Mengapa harus dipelajari

Itu semua akan saya lakukan untuk pembiasaan diri dan mulai belajar bicara yang bersumber dari kehidupan sehari-hari.

Maka ketika bicara harus bicara yang baik, ketika bersikap bersikap yang baik. Untuk melewati proses belajar ini, bahkan saat menulis ini banyak hambatan yang datang.

Seperti contohnya, berpikir mau menuliskan apa lagi ya? Kok seperti kekurangan amunisi untuk menulis?

Kok jadinya sedikit membosakankan?

Kok tidak enjoy untuk melakuakan aktifitas ini? Pasti ada yang salah dalam proses ini?

Kok agak susah mengeluarkan ide-ide untuk di tulis?

Baru 408 kata saja sudah mulai buntu?

Barusan adalah lintasan pikiran yang coba saya rekam dalam tulisan ini. Agar kendala kehabisan kata baik menulis dan bicara dapat keluar dari lintasan pikiran saat itu juga.

Kalau mentok tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi, maka ucapkan saja kata-kata itu, mau bicara apa lagi ya?

Mau menulis apa lagi ya?

Dan seterusnya.. sehingga saya merasa saya tidak akan kehabisan kata untuk bicara dan tidak akan kehabisan kalimat untuk ditulis.

Bagaimana melakukan pembelajaran itu

Menurut saya untuk melakukan apa yang dikatakan judul buku Speak to Change di bab 3 mari bercermin dengan cara langsung praktek. Setiap hari kita sudah bicara, saya setiap hari bicara dan itu sudah termasuk bagian dari latihan.

Tetapi ketika saya bicara tanpa tahu alasan, maka saya bicara tidak akan berusaha untuk menjadi bicara yang terbaik.

Dengan mengetahui apa alas an kita bicara dengan bercermin, maka saya mengetahui secara persis apa yang akan saya lakukan.

Yaitu bicara dengan bercermin diri untuk bisa terus berlatih menjadi pembicara public. Speak to Change!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.